PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN MASJID NURUL MASYRIQ BERDASARKAN ISAK 35

"Pelaporan Keuangan Organisasi nonlaba yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)"

 

PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN MASJID NURUL MASYRIQ BERDASARKAN ISAK 35

Dalam dunia akuntansi, akuntansi terdiri atas dua yaitu akuntansi untuk bisnis dan akuntansi organisasi nonlaba. tentang Pelaporan Keuangan Organisasi nonlaba yang diterbitkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang dapat dijadikan dasar adalah ISAK 35. Karakteristik entitas berorientasi nonlaba berbeda dengan entitas bisnis berorientasi laba. Perbedaan utama yang mendasar antara entitas berorientasi nonlaba dengan entitas bisnis berorientasi laba terletak pada cara entitas berorientasi nonlaba memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasinya. Entitas berorientasi nonlaba memperoleh sumber daya dari pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomik yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. Pengguna laporan keuangan entitas berorientasi nonlaba umumnya memiliki kepentingan untuk menilai:

 (a) cara manajemen melaksanakan tanggung jawab atas penggunaan sumber daya yang dipercayakan kepada mereka; serta

 (b) informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan dan arus kas entitas yang bermanfaat dalam pembuatan keputusan ekonomik.

Kemampuan entitas berorientasi nonlaba dalam menggunakan sumber daya tersebut dikomunikasikan melalui laporan keuangan bahwa sumber daya entitas berasal dari para penyumbang dengan tidak mengharapkan adanya hasil, imbalan atau keuntungan komersial.

Dalam organisasi keagamaan dalam hal ini rumah ibadah, antara lain masjid pendanaanya berasal dari sumbangan para jamaah. Karena terdapat kecenderungan dari para penyumbang yang ingin mengetahui seberapa besar peran bantuan uang yang mereka sumbangkan dapat membantu organisasi itu maka diperlukan kejelasan dalam penggunaan dana, oleh sebab itu maka akuntansi perlu juga diterapkan pada organisasi ini. Salah satu faktor utama dalam upaya menjaga kelangsungan hidup serta kemakmuran masjid adalah pengelolaan keuangan masjidnya harus dijalankan dengan baik ,dan yang menjadi acuan dasar penggunaan sistem akuntansi dalam organisasi ini adalah QS. An-Nisa (4) ayat 6 dan QS. Qaf (50) ayat 18 yang memberikan prinsip tentang pengawasan dalam hal organisasi masjid.

 


Editor : Admin
14 August 2021 10:18:49