PESAN MAKRIFAT NABI KHIDIR BAGIAN 4

KOLOM  HIKMAH

KHAIRA  UMMAH

 

Ahklak al Kharimah

PESAN MAKRIFAT NABI KHIDIR KEPADA  NABI  MUSA  AS

 

Bagian Keempat.

 

Lebih dekat mengenal "Hamba Allah Khidir " -  Sosok yang tetap Hidup atau Abadi  - Sang Pemilik Ilmu Laduni - Yang Pernah Membuat Nabi Musa Gagal.

Oleh : Moch. Tohir

 

Asal-Usul Penamaan Khidir.

Alquran tak pernah secara jelas menyebutkan siapa nama sebenarnya, apalagi asal-usul keluarganya. Nabi Khidir hanya disebutkan oleh Allah sebagai, Seorang hamba di antara hamba-hamba Kami yang telah di berikan rahmat dari sisi Kami dan telah Kami ajarkan ilmu dari sisi Kami. (QS al-Kahfi).

 

Dalam kitab shahihain (Bukhari dan Muslim) dijelaskan tentang asal-usul penamaan Khidir.

Suatu ketika ia duduk di atas tanah kering berwarna putih. Tiba-tiba tanah yang ia duduki berguncang dari bawah lalu berubah menjadi hijau (khadra).

Pendapat ini pernah diungkapkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal menukil perkataan dari gurunya bernama Adullah bin Mubarak, seorang yang kuat argumentasinya.

 

Kitab az-Zahrun Nadhir , juga mengungkap pendapat Imam Ahmad dengan redaksi sebagai berikut: Kami mendapatkan kisah dari Abdurrazzaq, ia diberitahu kisah Ma'mar dari Hammam dari Abu Hurairah, bahwasanya dinamakan Khidir karena ia duduk di atas farwah kemudian tanah itu berguncang dari bawah dan berubah menjadi hijau.

Dalam kisah ini, farwah diartikan rumput kering berwarna putih.

 

Ibnu Hajar al-Asqalani juga melengkapi karyanya dengan sejumlah dalil-dalil dari Alquran tentang kenabian Khidir.

Ia mengutip surat al-Kahfi ,

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاَ مَّا الْجِدَا رُ فَكَا نَ لِغُلٰمَيْنِ يَتِيْمَيْنِ فِى الْمَدِيْنَةِ وَكَا نَ تَحْتَهٗ كَنْزٌ لَّهُمَا وَكَا نَ اَبُوْهُمَا صَا لِحًـا ۚ فَاَ رَا دَ رَبُّكَ اَنْ يَّبْلُغَاۤ اَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنْزَهُمَا ۖ رَحْمَةً مِّنْ رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهٗ عَنْ اَمْرِيْ ۗ ذٰلِكَ تَأْوِيْلُ مَا لَمْ تَسْطِعْ عَّلَيْهِ صَبْرًا ۗ 

"Dan adapun dinding rumah itu adalah milik dua anak yatim di kota itu, yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua, dan ayahnya seorang yang saleh. Maka Tuhanmu menghendaki agar keduanya sampai dewasa dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu sebagai rahmat dari Tuhanmu. Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri. Itulah keterangan perbuatan-perbuatan yang engkau tidak sabar terhadapnya."

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 82)

 

Secara tekstual, ayat ini bisa dipahami bahwa Nabi Khidir melakukannya karena perintah Allah.

Perintah itu sampai kepadanya tanpa perantara. Ada pula kemungkinan lain bahwa perintah itu disampaikan melalui perantara nabi lain yang tidak disebutkan oleh Allah di dalam Alquran.Namun, Ibnu Hajar al- Asqalani mengingkari pendapat ini.

Kitab ini juga dilengkapi dengan pendapat seorang sejarawan Muslim terkenal bernama Abu Ja'far bin Jarir ath-Thabari dalam kitab tarikhnya. Ia berpendapat bahwa Nabi Khidir termasuk orang yang hidup di zaman Raja Afridun (salah satu raja Persia).

+++++

Siapa Sebenarnya Nabi Khidir?

 

Al-Khidr (Arab:الخضر, Khadr, Khadr) adalah nama yang diberikan kepada seorang nabi misterius dalam Surah Al-Kahf ayat 65-82.

Sejarah manusia memiliki segudang kisah yang tak akan pernah habis untuk diceritakan.

Salah satu kisah masyhur yang terdapat di dalam Alqur an adalah kisah seorang nabi di luar 25 nabi dan rasul yang diketahui secara umum oleh umat Islam.

Tak banyak yang tahu pasti mengenai siapa sebenarnya nabi yang dikisahkan di dalam Alquran itu sebagai guru Nabi Musa AS.

 

Kitab az-Zahrun Nadhir fi Naba'il Khadirkarya Ibnu Hajar al-Asqalani dilatarbelakangi oleh seringnya orang-orang saat itu yang mengatakan bahwa Nabi Khidir masih hidup dan diberi umur panjang.

Pada kisah yang tersebar di kalangan masyarakat, diceritakan bahwa Nabi Khidir mendatangi, berbicara, dan mengajar beberapa orang saat itu.

Oleh karena itu, Ibnu Hajar al-Asqalani melalui karyanya ingin menjelaskan secara benar terkait persoalan yang sesungguhnya.

Kitab ini mengupas siapa sebenarnya nabi misterius yang kemudian dikenal dengan nama Khidir ini.

+++++

Alquran hanya menyampaikan kisah perjalanan nya yang nyeleneh tetapi syarat dengan hikmah ketika bersama Nabi Musa.

Alquran juga tak pernah secara jelas menyebutkan siapa nama sebenarnya, apalagi asal-usul keluarganya.

Nabi Khidir hanya disebutkan oleh Allah sebagai, Seorang hamba di antara hamba-hamba Kami yang telah di berikan rahmat dari sisi Kami dan telah Kami ajarkan ilmu dari sisi Kami. (QS al-Kahfi).

Dalam bukunya yang berjudul “Mystical Dimensions of Islam”, oleh penulis Annemarie Schimmel, Khadir dianggap sebagai salah satu nabi dari empat nabi dalam kisah Islam dikenal sebagai ‘Sosok yang tetap Hidup’ atau ‘Abadi’.

Tiga lainnya adalah Idris, Ilyas, dan Isa.

[1] Khadir abadi karena ia dianggap telah meminum air kehidupan, dikatakan bahwa Khadir telah berusia lebih dari enam ribu tahun.

[2] Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa Khadir adalah masih sama dengan seseorang yang bernama Elia.[3] Ia juga diidentifikasikan sebagai St. George.

[4] Di antara pendapat awal para cendikiawan Barat, Rodwell menyatakan bahwa “Karakter Khadir dibentuk dari Yitro.”

[5] Dalam kisah literatur Islam, satu orang bisa bermacam-macam sebutan nama dan julukan yang telah disandang oleh Khadir.

 

Beberapa orang mengatakan Khadir adalah gelarnya; yang lainnya menganggapnya sebagai nama julukan.

[6] Khadir telah disamakan dengan St. George, dikenal sebagai “Elia versi Muslim” dan juga dihubungkan dengan Pengembara abadi.

[7] Para cendikiawan telah menganggapnya dan mengkarakterkan sosoknya sebagai orang suci, nabi, pembimbing nabi yang misterius dan lain lain.

+++++

Nabi Khidir Masih Hidup atau sudah Wafat?

Buku terjemahan Nabi Khidir Ibnu Hajar al-Asqalani menjadi perbincangan di Malaysia.

Perbincangan tentang kehidupan Nabi Khidir alayhis salam selalu menarik. Selalu ada pengkaji Islam yang mempertanyakan apakah Nabi Khidir yang pernah membuat Nabi Musa gagal, masih hidup atau sudah mati? 

Kalangan santri di Indonesia yang baru mengkaji misalkan Islam, pasti akan menelusuri jejak Nabi Khidir. 

Awal kajian mereka biasanya bermula dari Surah al-Kahfi yang menceritakan pertemuan Nabi Musa dengan Khidir alayhis salam, kemudian melakukan perjalanan hingga akhirnya mereka berpisah, karena Nabi Musa kurang sabar.

 

Tak hanya di Indonesia, pertanyaan yang sama ternyata juga bermunculan di negeri seberang, Malaysia. 

Diskusi ini bermula dari postingan seorang pendakwah Dr Kamilin Jamilin. 

Dia menjelaskan, menurut beberapa orang, Nabi Khidir masih hidup hingga saat ini. 

Suatu ketika dia berumrah. 

Di sana ada saja orang yang berharap dapat bertemu Nabi Khidir. 

Kabarnya, sang Nabi mengenakan baju jubah hijau sebagai wali Allah. 

Postingan ini ditanggapi oleh sebagaian orang Malaysia bahwa benar Nabi Khidir masih hidup berdasarkan tuturan dari guru-guru mereka dulu. 

Tapi ada juga yang sebaliknya, bahwa Nabi Khidir sebenarnya sudah tiada.

 

Wallahu  Alam

 

Bersambung

 

Sumber:

 

1.Siapa Sebenarnya Nabi Khidir? -

Selasa , 26 Dec 2017, 22:45 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,

2. Nabi Khidir Masih Hidup atau sudah Wafat? - Republika.id

28 Jan 2021

https://www.republika.id

3.Asal Usul Penamaan Khidir -

Selasa , 26 Dec 2017, 23:15 WIB

REPUBLIKA.CO.ID