KIAT RUMAH TANGGA BAHAGIA 2

KOLOM HIKMAH

KHAIRA  UMMAH

 

Ahklak  Al  Kharimah

KIAT  RUMAH  TANGGA  BAHAGIA

 

Bagian kedua habis.

 

Berumah tangga adalah seni, seni dalam mengelola jalannya bahtera keluarga.

Oleh: Moch. Tohir

 

HAKEKAT PERKAWINAN DALAM ISLAM

Dalam Islam, pernikahan disebutnya sebagai mitsaqan ghalidza atau "perjanjian agung"

(QS. Al-Nisa: 21).

Sebagai sebuah perjanjian, maka ibarat perjanjian dalam bentuk apa pun itu bisa juga dipertahankan, dikoreksi sampai pada batas dibatalkan.

Namun harus diingat bahwa pernikahan dalam Islam bukan sembarang perjanjian, tapi "Perjanjian Agung", perjanjian yang dalam bahasa Alquran disejajarkan dengan mitsaqan ghalidza (Perjanjian Agung) antara Allah dengan para Rasul berpredikat Ulul Azmi: Nuh, Ibrahim' Musa, dan Isa .

( QS. Al-Ahzab: 7)

dan

Mitsaqan ghalidza antara Allah dengan Bani Israil yang kalau dalam Alquran diceritakan bahwa dalam melakukan perjanjian ini sampai-sampai Allah angkat Gunung Thursina di atas kepala Bani Israel .

(QS. Al-Nisa: 154).

Oleh karena itu, orang yang beriman tidak boleh memperlakukan pernikahan  sebagai "barang mainan ".

+++++

Berumah tangga adalah seni, seni dalam mengelola jalannya bahtera keluarga.

Demikian pula dalam mempertahankan keutuhan keluarga.

Saat memutuskan menikah, Islam sebenarnya menekankan bahwa sudah siap untuk beribadah seumur hidup saat telah memutuskan menjadi seorang suami dan istri. 

Namun, apa saja bentuk iman dalam membentuk rumah tangga menurut Islam?

Buku Kunci-Kunci Sukses Rumah Tangga Bahagia karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi menjelaskannya sebagai berikut:  

Memilih calon pendamping saleh dan salehah 

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda, “Wanita itu biasanya dinikahi karena empat perkara: hartanya, kehormatannya, kecantikannya, dan agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, niscaya engkau akan bahagia.” (HR Bukhari dan Muslim) 

Menata niat dalam berumah tangga

Niat merupakan fondasi utama kesuksesan semua amalan. Rumah tangga pun harus dibangun di atas niat yang lurus agar menjadi kokoh.

Adapun gambaran niat di dalam rumah tangga, di antaranya ialah: 

1. Ketika menikah 

Hendaknya meluruskan niat ketika akan melangsungkan pernikahan, yaitu: untuk (sebagai wujud) ibadah kepada Allah, menjaga kehormatan, memperoleh keturunan, dan sebagainya. 

2. Ketika menjalankan kewajiban rumah tangga.

Seorang suami tatkala mengais rezeki, misalnya, hendaknya meniatkan untuk ibadah dan mencari (mengharapkan) pahala. Seorang istri tatkala mencuci, memasak, menyapu, merawat anak, dan sebagainya, hendaknya meniatkannya sebagai ladang ibadah dan tabungan pahala untuk akhiratnya.  

Bila demikian, semua pekerjaan itu akan terasa ringan, membawa berkah, dan berpahala karena didasari oleh niat yang lurus.

3. Ketika ada problem.

Ketika terjadi problem rumah tangga, niat yang baik adalah faktor utama untuk merajut kembali hubungan yang terkoyak.

“Dan suami mereka lebih berhak untuk kembali kepada istri jika mereka menginginkan kebaikan.”

(QS al-Baqarah [2]: 228)

4. Menghiasi hidup dengan ketaatan

Rumah tangga merupakan sarana kebaikan, sebagai ladang pahala, dan menjadi          salah pintu yang terbuka menuju surga. Rasulullah SAW bersabda:

 “Apabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan,   menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya maka akan dikatakan kepadanya   ‘masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (HR Ahmad)

5. Di saat menghadapi ujian dan problem.

Ketika iman telah tertanam di hati sanubari, perjalanan bahtera rumah tangga di          dalam mengarungi samudra kehidupan akan menjadi indah dan penuh suka walau      banyak ombak yang menerjang dan batu karang yang menghadang.

Benarlah sabda    Nabi SAW:

" Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya.

Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.

Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka   yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim)

+++++

Tips Keluarga Harmonis dari Imam Ghazali

Nasehat Beliau adalah sebagai berikut ;

 

Pertama.

Keluarga adalah lembaga keagamaan maka perlakukanlah keluarga secara keagamaan. 

Nilai-nilai agama yang diterapkan dalam keluarga akan menghasilkan kesenangan dan kesenangan yang hakiki. 

Jika seorang suami – istri dalam keluarga tapi tidak menerapkan nilai-nilai keagamaan, maka tak seubahnya hewan yang hidup bersama pasangannya.

 

Kedua.

Suami harus berbuat baik kepada istrinya. 

Kebaikan yang dilakukan seorang suami harus penuh cinta dan kasih sayang dengan semangat. 

Bukan berarti seorang suami tidak diperkenankan untuk istrinya, tapi suami harus bergantung pada kesabaran atas perbuatan istrinya. 

Wanita diciptakan dalam keadaan lemah dan memerlukan perlindungan, maka suami mesti sabar dan terus melindunginya.

 

Ketiga.

Suami harus memberi waktu istirahat, rekreasi dan bersenang-senang kepada istri tetapi tidak boleh bersenang-senang  melakukannya sendirian.

Itu semua tetap harus dalam pengawasan sang suami dan sesuai syariat Islam. 

Nabi Muhammad Saw. pernah lomba lari Sayyidah 'Aisyah binti Abu Bakar untuk menggembirakannya (Inilah sisi keromantisan Beliau Saw. Sang Penebar kasih sayang),

Dalam kali pertama Rasulullah Saw. memenangkan lomba lari itu, dan di kali kedua, Sayyidah 'Aisyah berhasil menang atas Beliau Saw.

 

Keempat.

Suami wajib mengawasi istrinya agar tidak dipandang dan memandang orang lain, pandangan mata adalah seluruh sumber kerusakan. 

Namun, suami tidak boleh cemburu tanpa alasan dan dijaga ketat.

Sayyidah Fatimah Az Zahra (Putri tercinta Nabi Muhammad Saw.) pernah ditanya oleh Ayahnya Saw.

“Hal terbaik apa yang dimiliki seorang wanita ?” 

Lantas, Sayyidah Fatimah menjawab :

Seorang wanita tidak boleh bertemu dengan orang asing (bukan mahramnya) dan orang asing tidak boleh menemui mereka.” 

Mendengar jawaban demikian Nabi Saw. sangat senang dan memeluk putrinya seraya berkata

“Engkau adalah bagian dari hatiku.”

Nasehat keempat :

Inilah yang sangat perlu diperhatikan di zaman sekarang, dimana seorang wanita sangat mudah mengumbar wajah-wajahnya, bahkan auratnya kepada khalayak umum. 

Maka salah satu bentuk cinta dan kasih sayang suami kepada istrinya zaman ini melarangnya untuk tidak mengunggah foto-fotonya di akun media milik sosial.

 

Kelima.

Suami wajib memberikan nafkah kepada istrinya secara layak dan tidak bersifat kikir terhadapnya. 

Memberi nafkah adalah suatu kewajiban untuk seorang suami dalam syariat Islam. 

Maka memberi nafkah adalah lebih utama daripada bersedekah. 

Yang terpenting dari memberi nafkah adalah memberikan harta yang halal untuk keluarganya.

Nabi Muhammad Saw.  ; 

“Andaikan seorang laki-laki memberikan satu dinar untuk berjihad, satu dinar untuk membebaskn budak dan satu dinar untuk bersedekah, serta memberikan satu dinar untuk nafkah istrinya. Niscaya pahala yang terakhir ini mengungguli pahala ketiga amalan diatasnya.”

Nafkah yang halal akan memberikan dan menyeimbangkan, sedangkan nafkah dari yang haram akan menghasilan kegelisanan dan keruwetan dalam keluarganya. 

Mencari nafkah yang halal pahalanya menyamai pahala berjihad di jalan Allah Swt.

 

Keenam.

Suami dilarang makan yang lezat sendirian , kemudian diam dan tidak memujinya dihadapan sang istri. 

Jika tidak ada tamu, lebih utama seorang suami – istri makan secara bersama. 

Nabi Muhammad Saw. pernah mengatakan mengenai hal itu “Jika mereka melakukan hal itu, Allah akan menurunkan rahmat-Nya dan para malaikat akan mendoakannya.”

Wallahu  Alam.

 

 

Sumber :

1). Rumah Tangga menurut Islam - https://www.99.co › blog › indonesia

2). Langkah Islami Membina Rumah Tangga Sakinah - https://www.republika.co.id › -

4 Feb 2020 — 04/09/21.

3).Tips membangun Keluarga harmonis menurut Islam - https://www.orami.co.id › -13 Jan 2021 4).Mitsaqan Ghaliza- https://www.republika.co.id › 8 Jan 2018

5).Muhammad Fani-Mahasiswa Ilmu Al Qur'an dan Tafsir di IAIN Surakarka -AL-GHAZALI HARMONIS KELUARGANASEHAT-islam.co .