HIDUP SEDERHANA MENURUT ISLAM

KOLOM  HIKMAH

KHAIRA  UMMAH

 

Ahklak  Al  Kharimah.

HIDUP  SEDERHANA 

MENURUT  ISLAM

 

Pentingnya merasa cukup.

Oleh : Moch. Tohir

 

Beberapa pemahaman tentang makna hidup sederhana :

Hidup sederhana atau gaya hidup minimalis merujuk kepada sejumlah praktik sukarela untuk menyederhanakan hidup seseorang.

Ciri gaya hidup seperti ini ialah adanya perasaan puas dan cukup terhadap "apa yang dibutuhkan", bukan "apa yang diinginkan".

Hidup  sederhana adalah sikap yang mengedepankan kebijaksanaan dalam memenuhi kebutuhan hidup, tidak berlebihan atau tidak menghamba kepada materi.

Hidup sederhana itu bukan berarti hidup akan terus merasa kekurangan, tidak berarti juga pasif atau nrimo, tidak juga berarti melarat / miskin.

 

Perintah untuk hidup sederhana dalam al Qur'an  antara lain sebagai berikut :

1). Allah berfirman  dalam surat Al Isra ayat 29.

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ ٱلْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا

Artinya: "Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal."

(QS. Al Isra: 29)

Pada surat Al Isra' ayat 29 ini  secara tersirat, mengandung arti bahwa dalam konsumsi (mengeluarkan Harta) tidak boleh kikir dan tidak boleh berlebih-lebihan (boros).

2). Adapun menurut Al Quran, tepatnya surat Al Furqan ayat 67, hidup sederhana adalah di antara tidak berlebihan dan tidak terlalu pelit.

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا۟ لَمْ يُسْرِفُوا۟ وَلَمْ يَقْتُرُوا۟ وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Artinya: "Dan orang-orang yang baik adalah apabila menyalurkan (hartanya), maka ia tidak tidak berlebihan dan tidak terlalu pelit. Dan adalah (pembelanjaan itu) di antara kedua itulah yang baik."

(QS. Al Furqan: 67)

Surat Al Furqan ayat 67 ini memiliki keterkaitan yang erat dengan makna al-iqtishad dan al-muqtashid yang mengandung arti penghematan dan tidak berlebih-lebihan. Artinya, Surat Al Furqan ayat 67 tersebut mengajarkan umat Muslim untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan dalam membelanjakan harta mereka.

3). Hadits tentang hidup sederhana

عَنْ الْمِقْدَامِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللَّهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَام كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Dari Miqdam ra, Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada seseorang yang makan, yang lebih baik dari orang yang makan dari hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil usahanya sendiri.”

(HR. Bukhari)

 

+++++

Nabi SAW mengumpamakan kehidupan dunia bagaikan berjalan di hari yang panas,

lalu berhenti sejenak sekedar beristirahat, dan

tidak lama lagi tempat itu akan ditinggalkan.

Dengan kata lain, Islam adalah agama yang berlandaskan nilai kesederhanaan yang tinggi, seperti dicontohkan oleh Rasulullah diatas.

Sederhana adalah sikap yang mengedepankan kebijaksanaan dalam memenuhi kebutuhan hidup, tidak berlebihan atau tidak menghamba kepada materi.

Mengedepankan kebijaksanaan berarti seseorang harus memilah mana yang harus menjadi prioritas, baik perhatian, tenaga maupun harta.

Sebaliknya, jika tidak memiliki kebijaksanaan, seseorang cenderung mengikuti hawa nafsu yang justru dapat menjerumuskannya dalam kesengsaraan dunia dan akhirat.

+++++

 

Kesederhanaan itu  hidup yang seimbang.

( Sintya Kartika Prameswari).

 

Dalam Islam kesederhanaan disebut dengan istilah Washathiyah .

Kesederhanaan merupakan salah satu kehidupan yang harus ditekankan pada kehidupan seorang Muslim.

Kesederhanaan itu tidak berarti hidup harus terus merasa kekurangan, tidak berarti juga pasif atau nrimo, tidak juga berarti melarat. 

Kesederhanaan itu mengajarkan kita untuk hidup seimbang.”Khayru umurin awshatuha” sebaik-baiknya perkara itu adalah yang sederhana atau seimbang.

Manusia adalah makhluk yang sempurna , oleh karena itu segala kemampuan &  berfikirnya  harus  digunakan untuk istiqomah di jalan yang lurus.

Namun pada satu sisi yang lain, manusia adalah makhluk yang paling besar angan-angan kehidupan dunianya,

serba mengutamakan kehidupan dunia dengan memupuk kekayaan, penampilan dan gengsi-gengsi dalam kehidupan socialnya.

Padahal Islam mengajarkan dan mengingatkan bahwa hidup secara sederhana itu banyak sekali manfaatnya  ,

diantaranya terbebas dari perasaan khawatir akan masalah keuangan, dan mempunyai investasi / tabungan untuk masa depan.

Sikap hidup sederhana menunjukkan pribadi yang lebih bertanggung jawab,

lebih percaya diri untuk menghadapi masa depan dan menjauhkan diri dari pebuatan mencuri. 

+++++

 

Rasulullah dalam mendidik keluarga dan anak-anaknya selalu  mengajarkan kesederhaan dalam dinamika kehidupan, begitupun rasul mengajarkan kepada ummatnya.

Mengapa, karena dari sebuah kesederhaan banyak sekali pengaruhnya terhadap diri kita antara lain :

- dapat mendorong seseorang menjadi pribadi yang toleran dan - menghargai nikmat-nikmat Allah sekecil apapun.

Dengan hidup sederhana seperti itu, kita bisa melihat kehidupan seseorang yang ekonominya lebih rendah dari pada kita ( yang saat ini berkecukupan).

Dengan hidup sederhana seperti itu  , keimanan dan rasa syukur kita bisa bertambah. 

 

Hidup Sederhana Yang Dicontohkan Rasulullah.

Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW senantiasa menerapkan pola hidup yang sederhana.

Mulai dari cara memenuhi kebutuhan harian, cara berpakaian, hingga tempat tidur nabi SAW.

Disebutkan dalam sebuah hadits at-Tirmidzi, Rasulullah SAW tidak pernah memiliki banyak makanan dalam kesehariannya kecuali saat menjamu tamu.

Dari Malik bin Dinar ra. dia berkata:

مَا شَبِعَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ خُبْزٍ قَطُّ وَلاَ لَحْمٍ إِلاَّ عَلَى ضَفَفٍ

Artinya: "Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam tidak pernah merasakan kenyang karena makan roti atau kenyang karena makan daging, kecuali jika sedang menjamu tamu (maka beliau makan sampai kenyang)"

(HR. Tirmidzi)

Bahkan, Rasulullah SAW dalam doanya meminta rezeki kepada Allah SWT sesuai kebutuhan pokok secukupnya saja.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah SAW berdoa yang bunyinya sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْ رِزْقَ آلِ مُحَمَّدٍ قُوتًا

Artinya: "Ya Allah, jadikan rezeki keluarga Muhammad berupa makanan yang secukupnya"

(HR. Muslim)

Dua hadits tersebut memperkuat gambaran kesederhanaan kehidupan yang dijalani Rasulullah SAW. Allah SWT juga telah memerintahkan kepada hamba-Nya untuk hidup sederhana.

Lawan dari sederhana adalah boros.

Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya supaya tidak menghambur-hamburkan harta secara boros.

Pemboros adalah saudara setan. Sebagaimana termaktub dalam QS. Al Isra ayat 26-27 sebagai berikut:

وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (26) إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا (27)

Artinya: "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya."

(QS. Al Isra: 26-27)

Wallahu  Alam

 

 

Sumber :

1. Kristina - Hidup Sederhana Menurut Al Quran - detikNews -

Senin, 07 Jun 2021 20:47 WIB

2.Sintya Kartika Prameswari-

Sederhana seimbang -

Alumni Gontor 2018, Mahasiswi, Universitas Darussalam Gontor-

Senin , 18 Nov 2019, 19:58 WIB

- Detik News.

3. Kesederhanaan Nabi SAW menjadi teladan sepanjang masa - Rabu , 27 Nov 2019, 20:11 WIB -

REPUBLIKA.CO.ID