HIDUP BERTETANGGA UNTUK CEGAH PRILAKU SOMBONG

KOLOM  HIKMAH

KHAIRA  UMMAH

 

Ahklak al Kharimah

HIDUP  BERTETANGGA

UNTUK  CEGAH

PRILAKU  SOMBONG

 

Hati - Hati Percaya Diri dan Sombong Beda Tipis

Oleh : Moch. Tohir

 

Pengertian :

Kepercayaan diri adalah suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri, sehingga dalam melakukan tindakan tidak terlalu sering merasa cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan keinginan, dan memiliki tanggung jawab atas keputusan dan tindakan yang dilakukan.

Percaya Diri Dalam Islam Berdasarkan Dalil Al-Quran dan Hadits

Percaya diri dalam Islam merupakan indikasi bertaqwa dan percaya bagi seorang Muslim. 

Percaya diri menunjukkan bahwa seseorang:  

Mensyukuri nikmat Allah; 

Memiliki kebaikan terhadap orang lain dan diri sendiri; 

Percaya dengan semua kekuasaan Allah.

Orang orang yang beriman harus percaya diri, sebab mereka merupakan mahkluk - mahkluk yang paling mulia yang diciptakan Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَـقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْۤ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

"Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak-cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna."

(QS. Al-Isra' 17: Ayat 70)

Sebaliknya orang yang beriman dilarang merasa rendah diri :

Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَلَا تَهِنُوْا وَ لَا تَحْزَنُوْا وَاَ نْتُمُ الْاَ عْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman."

(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 139)

Walaupun demikian, perilaku percaya diri yang berlebihan dapat mempengaruhi kehidupan pribadi hingga kehidupan sosial masyarakat seseorang.

Tingkat kepercayaan diri yang berlebihan cenderung memberikan dampat negatif kepada seseorang, antara lain:

Mudah dianggap sombong dan dijauhkan oleh teman, saudara, tetangga, karena cenderung mengabaikan teman-teman dan merasa lebih unggul.

+++++

Perilaku Sombong

Kesombongan menjadi dosa besar dalam Islam.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadist yang diriwayatkan Tirmidzi, bahwa "Seseorang tidak akan masuk surga jika ia memiliki kesombongan walau seberat atom di hatinya ".

Sombong merupakan penyakit hati. Sikap sombong ini cenderung mengagungkan diri seraya meremehkan dan merendahkan orang lain.

Faktor yang mendorong kesombongan paling besar adalah sikap ujub ( membanggakan diri ),

bisa karena ilmunya, harta, kedudukan, keluarga seperti keberhasilan putera-puterinya dan yang paling " halus " karena ketaatannya.

Dalam Al-Qur'an dan hadis telah disebutkan bahwa sikap sombong ini tidak disukai Gusti Allah.

 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

سَاَ صْرِفُ عَنْ اٰيٰتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى الْاَ رْضِ بِغَيْرِ الْحَـقِّ ۗ وَاِ نْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَا ۚ وَاِ نْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۚ وَّاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًا ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَكَا نُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ

"Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 146)

Dilanjutkan, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

لَا جَرَمَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِيْنَ

"Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong."

(QS. An-Nahl 16: Ayat 23)

 

Kedua ayat ini Allah mengancam terhadap orang-orang yang berbuat sombong.

Sebab, keagungan dan kesombongan hanya milik Allah.

Ibn Mas'ud r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda," Tidaklah masuk neraka orang yang dalam hatinya terdapat iman kendati hanya sebesar biji sawi, dan tidaklah masuk surga orang yang dalam kalbunya terdapat kesombongan kendati hanya sebesar biji sawi." ( Diriwayatkan oleh Muslim ).

Peringatan oleh Rasulullah ini hendaknya dihindari, sikap sombong meskipun sekecil biji sawi di dalam hati akan menghindarkan seseorang masuk surga.

Kadang-kadang takabur pada sesama manusia bisa mendorong pada Sang Pencipta, seperti iblis yang tidak bersedia sujud pada Adam, padahal perintah sujud dari Sang Pencipta.

Orang yang merasa dirinya lebih baik dari saudaranya,

temannya dengan motivasi merendahkan dan meremehkan, atau orang yang menolak kebenaran sementara ia tahu bahwa itu adalah kebenaran,

maka ia telah bersikap takabur pada sesama.

Pada dasarnya kesombongan adalah pengagungan, dan pada hakikatnya kesombongan adalah congkak, membanggakan diri dan merendahkan orang lain.

+++++

Beberapa sikap sombong yang dilandasi oleh :

1. Harta dan kedudukan.

2. Keluarga.

3. Ketaatan dalam beramal.

 

Harta dan kedudukan bisa menjadi penyebab kesombongan seseorang, namun jika yang memegang harta dan kedudukan adalah orang yang tawadu',

maka bisa menjadi wasilah sebagai amal kebaikan.

Kehidupan dunia saat ini sering kita lihat seakan ada perlombaan ( jor-joran ) kekayaan, hal ini dengan menampakkan hartanya dalam bentuk mobil mewah, pakaian dan perhiasan.

Ini semua mendorong seseorang mengejar / menjadi tujuan untuk hidup mewah.

Dalam ajaran Islam yang dilarang adalah kenikmatan dunia yang sampai melupakan perintah dan larangan-Nya.

Contohlah para sahabat Rasulullah, seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abu Thalib dan Abdurachman bin Auff.

Mereka berbuat dan menjadi saudagar, namun hasilnya diperuntukkan dijalan-Nya.

+++++

Bagaimana dengan peranan keluarga yang membuat seseorang bersikap sombong?

Biasanya hal kecil yang secara tidak sadar atas kebanggaan prestasi putera-puterinya yang masuk kategori ranking satu.

Dalam pembicaraan Ibu-ibu ketika mengantar anaknya ada obrolan, " Anakmu ranking berapa?

Anak saya kebetulan dapat ranking satu.

Prestasi ini bersifat fana dan sangat sementara, tanpa disadari Sang Ibu akan menggembleng anaknya untuk mempertahankan rankingnya dan tidak peduli si anak mengalami tekanan batin.

Seseorang yang beriman akan menjadikan keluarga sebagai motivasi untuk berbuat amal kebaikan.

Kesombongan yang berlandaskan ketaatan berbuat amal, ini yang paling berat dalam mengendalikannya.

Ketika tetangga berqurban kambing sebanyak tiga ekor, dalam hatinya mengatakan saya masih lebih baik dengan berqurban dua ekor sapi.

Dia lupa bahwa diterima tidaknya amalan tersebut ada di tangan Sang Khalik, bukan dari perasaannya.

Keikhlasan yang menjadi faktor utama dalam melakukan perbuatan amal.

+++++

Ketiga faktor yang melandasi seseorang bersikap sombong, yaitu harta dan kedudukan, keluarga dan ketaatan berbuat amal.

Jika ketiganya berada di tangan seseorang yang beriman akan berganti menjadi " kekasih."

Harta dan kedudukan merupakan kekasih pertama yang mengikuti tuannya sampai dicabutnya nyawa.

Sedangkan keluarga adalah kekasih kedua yang mengikutinya sampai di kuburan.

Amalan merupakan kekasih terakhir yang mengikutinya sampai Padang Mahsyar.

Maka, seseorang yang beriman akan menjadikan kekasih pertama sebagai wasilah untuk kekasih ketiga dan kekasih kedua akan difungsikan untuk memberi motivasi dan menjaga pada kekasih ketiga.

Di dalam kehidupan dunia yang makin komplek ini, kita harus mempunyai sikap teguh dalam menjaga akidah, agar kita termasuk golongan yang terhindar dari sikap sombong.

Semoga menjadi golongan yang bisa mengharmoniskan serta mengoptimalkan kekasih ketiga melalui kekasih pertama dan kedua. Amin.

Wallahu Alam :

 

 

 

Sumber :

1). 7 Tanda Nyata Orang Sombong yang Sering Gak Disadari -Pinka Wima co -10 Juni 2020

2). Sombong Tergolong Dosa Besar - Rabu , 23 Sep 2020, 04:45 WIB - REPUBLIKA.CO.ID, 

3). Percaya diri dalam Islam  -

https://arrohmahtahfizh.sch.id 

- Ar Rohmah Tahfizh.