HIDUP BERTETANGGA UNTUK KENDALIKAN PENYAKIT HATI

KOLOM  HIKMAH

KHAIRA  UMMAH

 

Ahklak al Kharimah

HIDUP BERTETANGGA

UNTUK KENDALIKAN

PENYAKIT HATI

 

Pada dasarnya, iri hati tidak selalu buruk. Justru, iri hati yang disikapi secara konstruktif membuat seseorang bisa termotivasi melakukan hal yang lebih baik.

Oleh : Moch.Tohir.

 

Iri hati tidak baik bagi kesehatan mental.

Jika ingin merunut apa akar dari rasa tidak bahagia, iri hati adalah salah satu resep utamanya.

Entah disengaja atau tidak, iri hati bisa muncul kapan saja dan termasuk salah satu sifat yang manusiawi.

Belum lagi era digital ketika informasi melesat dengan cepat di media sosial, terkadang membuat seseorang membandingkan dengan kehidupannya sendiri.

Tak hanya melelahkan bagi orang yang mengalaminya, iri hati dapat berimbas pula pada orang yang menjadi target.

Entah disebut terlalu sombong, dianggap pamer, hingga batasan tipis dengan beredarnya fitnah atau rumor tak berdasar.

Cara menghilangkan iri hati

Ketimbang sibuk meladeni rasa iri hati, sebaiknya melatih diri untuk tidak berpikir dengan cara seperti ini.

Beberapa cara untuk menghilangkan iri hati di antaranya:

1. Jangan terburu-buru menghakimi

Ketika menyikapi apapun, sebaiknya jangan terburu-buru menghakimi karena ini adalah jalan pintas untuk rasa iri hati. Ketika iri hati semakin membesar menjadi kemarahan, logika dan pikiran objektif sulit mendapat ruang.

Pada akhirnya, iri hati hanya akan membuat seseorang mudah menuduh targetnya dengan berbagai alasan.

Sebaliknya, ketika mampu berpikir positif dan tidak terburu-buru menghakimi apapun yang dilakukan orang lain, iri hati tak akan mendapat panggung.

Ini sekaligus membuat seseorang merasa tetap bahagia dan tenang, terlepas dari apapun niat orang lain ketika melakukan sesuatu.

2. Tanyakan pada diri sendiri

Ketika rasa iri hati mulai merasuk, tanyakan kepada diri sendiri apakah rasa iri ini berdasar atau hanya asumsi ketidakadilan? Apakah memang ada orang yang sengaja membuat Anda iri hati atau justru terjadi karena terlalu banyak melihat media sosial? Refleksikan hal ini pada diri sendiri.

3. Lakukan digital detox

Digital detox bermanfaat untuk kesehatan mental Anda

Apabila iri hati bersumber dari apa yang dilihat di media sosial terlepas dari platform apa yang digunakan, mungkin saatnya melakukan digital detox. 

Atur waktu untuk tidak melihat media sosial dalam sehari. Selain itu, bisa juga dengan membatasi durasi berapa lama melihat media sosial. Saring ulang siapa yang “berhak” dilihat di media sosial dan memberikan pengaruh positif.

4. Iri hati secara konstruktif

Pada dasarnya, iri hati tidak selalu buruk. Justru, iri hati yang disikapi secara konstruktif membuat seseorang bisa termotivasi melakukan hal yang lebih baik.

Namun, berhati-hatilah jangan sampai iri hati mendominasi dengan pemikiran serba negatif.

Ambil jeda dan buat rencana realistis bagaimana agar bisa mencapai target seperti yang dilakukan orang yang menimbulkan iri hati.

Ini sesederhana melihat orang yang menjadi lebih sehat karena banyak makan sayur, lalu mulai menyusun rencana untuk minum smoothies setiap pagi.

5. Pahami kemampuan diri sendiri

Rasa iri hati muncul ketika dalam hati merasa tidak bisa mencapai seperti yang orang lain lakukan. Untuk mengatasinya, lakukan yang sebaliknya.

Pahami sekaligus syukuri kemampuan diri sendiri sehingga tidak akan merasa iri ketika seseorang piawai dalam satu bidang.

Dengan demikian, akan terasa wajar ketika ada orang lain yang berprestasi.

6. Berhenti membandingkan

Akar masalah iri hati adalah kecenderungan untuk membandingkan apa yang dimiliki orang lain dengan apa yang tidak.

Ketika mulai membanding-bandingkan, pasti yang terasa lebih dominan adalah kekalahan yang berujung pada rasa iri hati.Ingatkan diri sendiri bahwa tak ada orang yang memiliki segalanya.

Seberuntung apapun seseorang, pasti mereka juga memiliki masalah, kelemahan, dan hal lain sama seperti Anda.

Kebiasaan berhenti membandingkan ini juga dapat membuat seseorang lebih pandai bersyukur.

7. Menjadi sosok dermawan

Menolong orang lain dapat membawa rasa bahagia dalam diri

Bukan sekadar mitos, menolong orang lain dapat menimbulkan rasa bahagia.

Begitu pula dengan menjadi sosok yang dermawan.

Anda tak harus membagi-bagikan harta, tapi bisa juga dengan memberikan talenta, waktu, atau tenaga kepada orang lain.

Berbuat baik ini akan membuat seseorang tak lagi memberi celah bagi munculnya rasa iri hati.

Semakin banyak memberikan waktu untuk membantu orang lain, hati akan terasa semakin bermakna dan tidak mudah merasa iri kepada orang lain.

Rasa iri hati dapat membuat seseorang terpenjara, sibuk dengan pemikiran negatifnya.

Justru, iri hati mengakibatkan Anda tak bisa maju karena didominasi pikiran yang buruk. Ketimbang merepotkan diri sendiri dengan iri hati yang bisa jadi tak berdasar, sebaiknya coba beberapa langkah di atas untuk mengusir rasa iri.

8. Membaca doa agar dijauhkan dari sifat iri.

Penyakit hati ini dapat mengarahkan manusia untuk melakukan perbuatan negatif. Yang paling ringan adalah berbuat iri dengki ataupun memfitnah orang lain. Karena kecenderungan tersebut, Islam melarang setiap Muslim untuk iri pada orang lain.

Jika perasaan itu muncul, sangat dianjurkan untuk dikendalikan.

Cara agar dapat mengendalikan sekaligus menjauhkan hati dari perasaan iri dengki yaitu dengan membaca doa.

Rabbanaghfirlanaa wa liikhwaninnalladziina sabaquunaa bilimaani wa laa taj'alfii quluubinaa ghilaa lilladziina amanuu rabbannaa innaka raufurrookhiimun

Artinya:

"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Allah, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."

9. Perbanyak istighfar.

Beristighfar bisa menghilangkan dosa dan noda penyakit hati. Dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

"Jika seorang hamba melakukan satu dosa, niscaya akan ditorehkan di hatinya satu noda hitam. Seandainya dia meninggalkan dosa itu, beristighfar dan bertaubat niscaya noda itu akan dihapus. Tapi jika dia kembali berbuat dosa niscaya noda-noda itu akan semakin bertambah hingga menghitamkan semua hatinya.

Itulah penutup yang difirmankan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كَلَّا بَلْ  ٚ  رَا نَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka."

(QS. Al-Muthaffifiin 83: Ayat 14)

10. Perbanyak ibadah.

Dengan memperbanyak ibadah dan pengetahuan mengenai agama, niscaya seseorang akan menemukan cara menjadi pribadi yang baik dan benar serta mendasarkan semua perbuatan dalam hidup untuk beribadah.

Dengan beribadah, maka iman seseorang juga akan bertambah dan mampu menyingkirkan segala sifat tercela termasuk dengki dalam hati.

11.Perbanyak bersyukur.

Bersyukur adalah salah satu cara agar tetap istiqomah di jalan Allah dan agar sebagai seorang hamba tidak melupakan bahwa semua orang memiliki hak yang sama untuk diberikan nikmat atau berkat dari Allah.

12. Jaga silaturahmi.

Dengan memelihara silaturahmi yang baik, maka seseorang akan bisa mendapatkan kesan yang sebenarnya tentang orang lain. Selain itu juga bisa mempererat hubungan serta rasa persaudaraan antar sesama umat sehingga terhindar dari perasaan iri dengki.

13. Menyadari bahwa sifat iri dengki tidak disukai Allah.

Jika seseorang menyadari bahwa sifat iri dengki adalah perbuatan yang tidak disukai Allah, maka seseorang akan lebih berhati-hati dalam menggunakan hatinya untuk berprasangka kepada orang lain. Seseorang sadar bahwa iri dan dengki tidak akan memberikan keuntungan dan justru memunculkan permusuhan.

14. Rajin mengerjakan sholat.

Dengan rajin mengerjakan sholat fardhu dan sholat sunnah, seseorang akan lebih terhindar dari perbuatan keji seperti iri dan dengki.

Dalam Alquran Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اُتْلُ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ    ۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَا لْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ   ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

"Bacalah Kitab (Al-Qur'an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (sholat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

(QS. Al-'Ankabut 29: Ayat 45)

 

 

 

Sumber :

1.Faktor Penyebab Iri Dengki Menurut Imam Shamsi Ali -

Selasa , 01 Sep 2020, 19:21 WIB -

Republika.

2. Cara Menghilangkan Sifat Iri yang Ampuh - 07 Sep 2020 -

dr. Anandika - https://www.sehatq.com