BERWUDHU

KOLOM  HIKMAH

KHAIRA  UMMAH

 

Kajian Islam

B   E  R  W  U  D  H  U

Ajaran Mulya Kaya Makna

 

Oleh : Moch. Tohir

 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَا غْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَ يْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَا فِقِ وَا مْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَ رْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ ۗ وَاِ نْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَا طَّهَّرُوْا ۗ وَاِ نْ كُنْتُمْ مَّرْضٰۤى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَآءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَآئِطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَآءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَآءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَا مْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَ يْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰـكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَ لِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur."

(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 6)

 

Makna Wudhu  Dalam  Perspektif Fiqih Islam

(Tahta Aidila)

Menurut Imam Syafi'i wudhu adalah salah satu syarat sah shalat yang paling penting, artinya menyucikan diri (sebelum shalat) dengan membasuh muka, tangan, kepala dan kaki sebelum shalat.

 

Menurut Hatim Al Asham: 

Shalat dan wudhu adalah satu kesatuan, bagaikan dua sisi mata uang.

Tidak akan berkualitas shalat seseorang bila wudhunya tidak berkualitas.

Pun tidak akan diterima shalat bila tidak diawali wudhu. Melalaikan wudhu sama artinya dengan melalaikan shalat.

Wudhu adalah prosesi ibadah yang dipersiapkan untuk mensucikan diri agar mampu melakukan komunikasi Dzat Yang Mahasuci.

Karena itu, menyempurnakan wudhu adalah sebuah keutamaan sekaligus keharusan.

Saat seseorang berwudhu 

kemudian membaguskan wudhunya dan mengerjakan shalat dua rakaat, di mana ia tidak berbicara dengan dirinya dalam berwudhu dan shalatnya tentang hal duniawi, niscaya keluarlah ia dari segala dosanya, seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya. Demikian sabda Rasulullah SAW dari Utsman bin Affan (HR Bukhari Muslim).

Kata "membaguskan wudhu" dalam hadis ini jangan sekadar dipahami membasuh anggota-anggota badan tertentu secara merata.

Namun ada yang lebih penting, yaitu membasuh, membersihkan dan mensucikan organ-organ batin dari keburukan dan dosa sambil terus berzikir kepada Allah.

Inilah yang dikatakan wudhu batiniah.

Wudhu yang akan membuat shalat kita ada ruh-nya .

 

Makna  Wudhu Dalam Perspektif Medis

Wudhu yang Benar Bisa Cegah Datangnya 17 Macam Penyakit   

(Fayas Kabli)

Umat Islam yang selalu menjaga wudhunya dengan baik, menambahkan sunnah-sunnah wudhu, maka akan berdampak terhadap kesehatan tubuhnya, wajahnya berseri, dan tampak awet muda. 

Selain itu, membersihkan lubang hidup saat akan berwudhu ternyata juga memiliki banyak manfaat kesehatan dan merupakan sunnah Nabi Muhammad SAW.

 

Prof Syahathah dari bagian THT Fakultas Kedokteran Universitas Alexandria Mesir, membuktikan dalam suatu penelitiannya bahwa istinsyaq (menghirup air lewat hidung sewaktu wudhu), dapat membersihkan hidung dari kuman-kuman.

Sementara, istintsar (mengeluarkan air yang dihirup lewat hidung) dapat mengeluarkan kuman tersebut, sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi hidung. 

“Oleh karena itu, lakukan lah istinsyaq dan istintsar jika Anda berwudhu,” dikutip dari buku “Sehat ala Nabi” karya Dr Muhammad Ali Toha Assegaf, Selasa (10/8).

 

Sedangkan cara melakukan istinsyaq yang benar adalah menghirup air seperti menarik napas dengan kekuatan sedang dan langsung diikuti dengan istintsar dengan mendorong air keluar hidung dengan tenaga kuat.

Ini bisa dilakukan secara rutin setiap kali berwudhu, sehingga jumlah kuman dalam hidung akan berkurang secara signifikan.

 

Penelitian Prof Syahathah juga menemukan bahwa wudhu yang benar mampu mencegah 17 macam penyakit serius, antara lain penyakit mata, penyakit telinga, penyakit hidung, termasuk sinusitis yang kasusnya semakin meningkat. Wudhu juga akan mencegah radang tenggorokan, penyakit pernapasan seperti batuk dan paru-paru, penyakit jiwa, dan penyakit kulit.

Dalam bukunya, Muhammad Ali Toha Assegaf menjelaskan bahwa berwudhu bukan sekadar membasahi tubuh tertentu saja. Wudhu adalah prosesi yang mendahului ibadah terpenting, seperti sholat, sehinga memiliki arti yang sangat luas.

Oleh karena itu, dia menyarankan agar umat Islam selalu memperhatikan prosesi wudhu, terutama menggosok sela-sela jari pada waktu membasuh tangan, memijat secara halus pada saat membasuh telinga, dan menggosok kaki pada waktu membersihkannya agar peredaran darah menjadi lancar.

 

Seorang ahli kesehatan mengungkapkan, bila sebelum tidur kita berwudhu dan meminum sepertiga gelas air putih, maka akan terjadi proses grounding dan netralisasi muatan negatif dalam tubuh.

Hasilnya kita akan tidur tenang dalam pelukan cinta dan rahmat Allah.

Bila kita berzikir dan memuji Allah sebelum tidur, maka memori kita yang terdalam akan merekam dengan baik ikrar cinta kita kepada Allah SWT.

 

Keajaiban Wudhu

(Prof Leopold Werner von Ehrenfels).

Wudhu  mampu merangsang pusat syaraf.

Dengan wudhu titik syaraf dan kondisi tubuh akan selalu sehat. Karena wudhu aku memeluk Islam 

 

Bersihkan  Fisik dan Rohani Umat Islam.

Seperti shalat, telah banyak penelitian yang membuktikan khasiat wudhu.

Salah satunya adalah psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria, Prof Leopold Werner von Ehrenfels.

Ia menemukan, wudhu mampu merangsang pusat saraf dalam tubuh manusia.

Menurutnya, dari keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik saraf, kondisi tubuh akan senantiasa sehat.

Karena temuan itu, von Ehrenfels akhirnya memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

 

Berbagai penelitian ilmiah juga membuktikan bahwa munculnya penyakit kulit merupakan akibat dari rendahnya kebersihan kulit.

Karenanya, orang dengan aktivitas padat (terutama di luar ruangan) dianjurkan membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka sesering mungkin.

Dalam pandangan para ulama fikih, wudhu adalah bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani yang secara langsung ataupun tidak, berdampak pada kesehatan.

 

Anggota-anggota tubuh yang dibasuh dengan air wudhu seperti tangan, muka, telinga, dan kaki, adalah daerah yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing, termasuk kotoran.

Karenanya, sejumlah penelitian menyimpulkan, berwudhu dapat menghindarkan seseorang dari berbagai macam penyakit.

 

Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers a Sport for the Body and Soul menjelaskan, wudhu dapat mencegah kanker kulit.

Jenis kanker itu lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit.

Jika dibersihkan dengan air (terutama saat wudhu), bahan kimia itu akan larut.

Ia menambahkan, wudhu juga membuat seseorang tampak lebih muda.

 

Temuan itu diamini dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Iskandariyah, Muhammad Salim, yang meneliti manfaat wudhu bagi kesehatan.

Ia menemukan, berwudhu dengan cara yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari berbagai penyakit.

 

Di antara metode penelitian yang dilakukannya, Salim menganalisis perbedaan kesehatan hidung orang-orang yang tidak berwudhu dan yang berwudhu secara teratur lima kali sehari untuk mendirikan shalat.

Ia mengambil zat dalam hidung yang terdapat pada selaput lendir, dan mengamati beberapa jenis kuman yang terdapat di dalamnya.

 

Dari analisis yang dilakukan selama berbulan- bulan, Salim menemukan lubang hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak.

Selain itu, terdapat kotoran dan debu pada bagian dalam hidung, dengan permukaan yang tampak lengket dan berwarna gelap.

Sedangkan orang-orang yang teratur ber wudhu, ungkap Salim seperti dikutip Muhammad Akrom (2010) dalam Terapi Wudhu ;

Permukaan rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu.

“Sesungguhnya, cara berwudhu yang baik adalah dimulai dengan membasuh tangan, berkumur-kumur, lalu mengambil air dan menghirupnya ke dalam hidung kemudian mengeluarkannya. Langkah ini hendaknya dilakukan sebanyak tiga kali secara bergantian,” katanya.

 

Wudhu itu menyehatkan, dan Rasulullah SAW adalah bukti terpenting dari fakta tersebut.

Singkatnya, ilmu tentang mencegah penyakit dan menjaga kesehatan dengan wudhu dapat dipelajari dari sejarah hidup Rasulullah SAW.

 

Muhammad Husein Haykal (1993) dalam Hayatu Muhammad (Kehidupan Muhammad) meng ungkapkan, sepanjang hidupnya Rasulullah tak pernah menderita sakit, kecuali saat sakaratul maut dan ketika dilukai oleh musuh-musuhnya.

Terakhir, tentunya, keajaiban wudhu adalah membersihkan rohani.

Seperti dijelaskan dalam hadis Nabi SAW,

“Apabila seorang hamba Allah berwudhu dan berkumur, maka keluarlah dosadosa dari mulutnya;

Apabila ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dosa-dosa dari tangannya, sampai keluar dari bawah kuku jari-jarinya;

Apabila ia membasuh kepalanya, maka keluarlah dosa-dosanya dari bawah kedua telinganya; dan

Apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah dosa-dosa dari kakinya, sampai di bawah kuku kakinya (HR Ibnu Majah).

 

Makna Wudhu Dalam Perspektif Tasawuf

(Pro Nazaruddin Umar)

Ulama tasawuf, menjelaskan hikmah wudhu dengan mengatakan daerah-daerah yang dibasuh air wudhu memang daerah yang paling sering berdosa.

Kita tidak tahu apa yang pernah diraba, dipegang, dan dilakukan tangan kita.

Banyak pancaindera tersimpul di bagian muka.  

Berapa orang yang jadi korban setiap hari dari mulut kita, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum.

Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh kuping ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini?

Ke mana saja kaki ini gentayangan setiap hari? Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudhu ialah daerah yang paling riskan untuk melakukan dosa.  

Organ tubuh yang menjadi anggota wudhu disebutkan dalam QS Al Maidah [5]:6, adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki.

 

Dalam hadis riwayat Muslim juga dijelaskan bahwa, air wudhu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran, tangan, dan kakinya, sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa.

Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudhu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudhu itu (ma’a akhir qathr al-ma’). 

Yang paling penting dari wudhu ialah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan sewaktu-waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Alquran.

 

Wudhu sendiri akan memproteksi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudhu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudhu.

Tersebutlah seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf.

Ia terkenal wara', tangguh dalam ibadah dan sangat khusyuk shalatnya.

Namun dia selalu khawatir kalau ibadahnya tidak diterima Allah.

 

Suatu hari Isam menghadiri pengajian seorang sufi terkenal bernama Hatim Al Asham.

Isam bertanya, Wahai Aba Abdurrahman (panggilan Hatim), bagaimanakah cara Anda shalat?

Apabila masuk waktu shalat, saya berwudhu secara lahir dan batin," jawab Hatim. Bagaimana wudhu batin itu? tanya Isam kembali.

Wudhu lahir adalah membasuh semua anggota wudhu dengan air.

 

Sedangkan wudhu batin adalah membasuh anggota badan dengan tujuh perkara.

Yaitu, dengan tobat, menyesali dosa, membersihkan diri dari cinta dunia, tidak mencari dan mengharapkan pujian dari manusia, meninggalkan sifat bermegah-megahan, menjauhi khianat dan menipu, serta meninggalkan dengki,papar Hatim.

 

Ia melanjutkan, Setelah itu aku pergi ke masjid, kuhadapkan muka dan hatiku ke arah kiblat. Aku berdiri dengan penuh rasa malu.

Aku bayangkan Allah ada di hadapanku, surga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku.

Aku bayangkan pula seolah-olah aku berdiri di atas titian Shirathal Mustaqiim dan aku menganggap shalatku ini adalah shalat terakhir bagiku.

Kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.

Setiap bacaan dan doa dalam shalat berusaha aku pahami maknanya.

Aku pun rukuk dan sujud dengan mengecilkan diri sekecil-kecilnya di hadapan Allah.

Aku bertasyahud (tahiyyat) dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas.

Seperti itulah shalat yang aku lakukan dalam 30 tahun terakhir.

 

Mendengar paparan tersebut, Isam bin Yusuf tertunduk lesu dan menangis tersedu-sedu membayangkan ibadahnya yang tak seberapa bila dibandingkan Hatim Al Asham.

Wallahu  Alam.

 

 

Sumber :

1.Al Qur'an dan Terjemahan

2.Prof Nazaruddin Umar - Wudhu Berbagai Perspektif - Republika Co. Id. Rabu 8  April 2020 19:02 wib

3. Prof Leopord Wernen von Ehrenfeld - Keajaiban Wudhu - Reuters -1 Pebruari 2016 06:13

4.Tahta Aidila - Wudhu Lahir Batin-Republika Com - 31 Januari 2016.

5..Fayas Kabli - Hikmah Wudhu Sebelum Tidur- Reuters - 1 Pebruari 2016 06:13