SURAT AL ALAQ (96) : 1-5

KOLOM  HIKMAH

KHAIRA UMMAH

 

Kajian Al Qur'an

SURAT  AL  ALAQ  (96) : 1-5

Tema, Makna dan Pelajaran Penting Darinya

Oleh : Moch.Tohir.

 

Iqra' kunci kemajuan

Hikmah  diturunkannya al-Qur’an bila dikaitkan dengan pendidikan, yang dimulai dengan perintah"iqra'" (bacalah), mengisyaratkan bahwa manusia diciptakan atau didesaian oleh Allah memang untuk belajar. Siapa yang tidak belajar, hidupnya pasti terkebelakang baik secara fisik maupun rohani. Karena al-Qur’an-lah yang kemudian membimbing manusia dari kegelapan menuju terang benderang; dari kekeringan jiwa menjadi kaya akan hati; serta menjadi pendobrak kebekuan ilmu pengetahuan dan lingkungan, melalui firman-Nya yang berbunyi "iqra'".(Mardan).

M. Quraish Shihab menegaskan bahwa tidak berlebihan bila dikatakan "membaca" adalah syarat guna membangun peradaban, semakin mantap frequensi bacaan suatu masyarakat, semakin tinggi pula peradaban masyarakat itu, demikian sebaliknya. Bahkan tidak mustahil suatu ketika "manusia" didefinisikan sebagai "makhluk membaca". Suatu definisi yang tidak kurang nilai kebenarannya dari definisi-definisi lainnya seperti "makhluk sosial", "makhluk berfikir", dan/atau "makhluk bertuhan"

(QS al-A'râf,7:172 dan 179).

Menurut Prof Hull, pada masa-masa  yang akan datang, satu-satunya agama yang akan diterima oleh umat manusia hanyalah agama Islam. Mengapa, karena hanya agama IslamIah  yang mempunyai semangat untuk memajukan ilmu pengetahuan. Iqra adalah lambang ilmu pengetahuan, sementara bismi rabbika adalah simbol agama. (Prof Nazaruddin Umar ) .

+++++

Kata Iqra mempunyai banyak makna antara lain menyampaikan, membaca  , menelaah , mendalami  , meneliti dan beberapa mainan makna lainnya.

Jangan pernah menyerah untuk selalu berusaha seperti Jibril sewaktu menjelaskan kepada Rasulullah sampai bisa.

 

Surah Al-Alaq merupakan surat pertama kali turun, meski tidak secara utuh sebagaimana surah Al-Fatihah.

Surat ini turun ketika Nabi Muhammad melakukan tahannus (berdiam diri) di Gua Hira’.

Waktu itu, di usianya yang genap 40 tahun, Malaikat Jibril datang,  dan menyuruh Nabi Muhammad untuk mengikuti apa yang dibacanya.

Membaca Bersamaan dengan Asma Tuhan

اقرأ باسم ربك الذي خلق . خلق الانسان من علق

“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah” 

(QS. Al-‘Alaq; 1-2)

 

Kata Iqra’ dalam kamus memiliki beragam macam makna; menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, dan beberapa makna lainnya. Kata ini kemudian diikuti dengan bismi rabbika.

Para ulama berpendapat bahwa pada masa Jahiliyah, para kaum Quraish sering kali sebelum melakukan pekerjaannya mengagungkan apa yang mereka sembah, seperti mengucapkan bismi Allata.

Maka dalam ayat ini Allah tegaskan untuk senantiasa hanya menyertakan Allah dalam setiap tindakan.

 

Syeh Abdul Halim Mahmud, mengatakan dalam kitabnya, “dengan kalimat iqra’ bismi Rabbika dalam kalimat dan semangatnya seakan mengatakan,

bacalah demi Tuhanmu, bergeraklah demi Tuhanmu, bekerjalah demi Tuhanmu. Begitupun ketika hendak berhenti dari aktivitas.

Sehingga, segala seluruh kehidupan, sujud, cara dan tujuan seseorang dilakukan karena Allah.”Dalam kedua ayat tersebut,  tidak disebutkan objek yang dituju.

Sehingga ini mengindikasikan seruan bacaan itu bersifat umum.

Artinya manusia diperintah untuk membaca apapun yang ada di sekitarnya, dengan menyebut nama Tuhannya, dan membaca apa saja yang telah diciptakan Tuhannya hingga ia mengenal-Nya.

 

Jika dikaitkan dengan sebab turunnya, Rasulullah pada saat itu senantiasa mengamati, merenungi apa saja yang terjadi di sekitarnya dengan cara bertahannus.

Maka tak heran, meskipun Rasulullah diceritakan oleh sebagian mufasir tidak dapat membaca dan menulis (ummi), Rasulullah mampu membaca keadaan sekitarnya dengan baik.

Sehingga, beliau memiliki jiwa sosial yang tinggi, jiwa revolusioner, jiwa pemimpin dan sebagainya.

 

Allah Maha Pemberi Ilmu

اقرأ و ربك الاكرم. الذي علم بالقلم. علم الانسان مالم يعلم

“Bacalah dan hanya Tuhanmulah yang Maha Pemurah. (Yang) mengajarkan (manusia) dengan pena. Ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

(QS. ‘Alaq; 3-5)

Kemudian kata Iqra’ kembali disebutkan dalam ayat ketiganya, diikuti oleh sifat Allah yakni Yang Paling Pemurah. Satu-satunya ayat yang menyifati Tuhan dalam bentuk tersebut.

Kata iqra’ dalam ayat ke-3 menurut Quraish Shihab, ada seorang ulama yang mengatakan bahwa Iqra’ pada ayat yang pertama mengindikasikan membaca untuk diri sendiri (belajar), dan iqra’ dalam ayat ketiga adalah membaca untuk orang lain (mengajar).

 

Allah itu Maha Pemurah.

Dari dulu, Alquran itu sama,  tapi ada saja makna baru yang bermunculan.

Itulah Kemahamurahan Tuhan, jadi seakan-akan di dalam ayat tersebut, bacalah objek itu (Alquran) kemudian ulangi membaca itu niscaya kamu akan mendapat makna-makna (jawaban)baru. Karena Tuhanmu adalah Al-Akram.

 

(Allah Yang) mengajar dengan pena (ayat 4).

(Dia) mengetahui apa yang tidak diketahui manusia (ayat 5). Dalam ayat 4 dan 5, Tuhan mengajar manusia melalui pena yang hasilnya adalah tulisan-tulisan.

Kemudian di ayat ke-5 Allah juga mengajarkan pada manusia baik melalui Wahyu (pada Nabi), mimpi, ilmu ladunni, dan ilmu dengan usaha dari manusia sendiri, bahwa Allah lah Yang Maha Mengajarkan dari apa yang tidak diketahui manusia.

 

Pelajaran Penting surat Al-Alaq [96] : 1-5

( Ulya Nurir Rahmah)

 

Inti dari lima ayat pertama dari surat Al-Alaq ini, menurutnya adalah mengajarkan;

Pertama

Senantiasa memulai sesuatu dengan menyebut Nama Allah, sehingga dimudahkan dalam pemahaman dalam hal apa saja.

Kedua

Keharusan manusia untuk senantiasa membaca baik teks (Al-Quran, dan buku pengetahuan lain), serta konteks (membaca lingkungan sekitar).

Jika salah satu dari dua pembacaan ini dikesampingkan tentu akan tidak akan sampai pada pemahaman yang seimbang, terutama dalam memahami kandungan Al-Quran itu sendiri.

Ketiga

Jangan pernah menyerah untuk terus berusaha sebagaimana ketika Jibril meminta Rasulullah untuk terus mengikuti bacaannya sampai bisa.

Karena sesungguhnya Allah akan senantiasa membatu hambanya yang gigih berusaha, dan berdoa.

 

Wallahu Alam

 

 

Sumber:

1.M Quraish Shihab - Tafsir al Misbah.

2.Mardan - Iqra Kunci Kemajuan - UIN Alauddin Makasar.

3.Ulya Nurir Rahmah-Pelajaran Penting dari Al ALAQ  1-5 -

Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya, aktif di Center of Research for Islamic Studies (CRIS) Foundation.

Bincang syariah Com.

Anonim 20 April 2020 At 5:31 PM