KETIKA PARA NABI KETAKUTAN

KOLOM  HIKMAH

KHAIRA  UMMAH

 

Kajian Islam

KETIKA PARA  NABI  KETAKUTAN

Makna  Syafaat  Bagi Kehidupan Akhirat

Oleh : Moch. Tohir.

 

Abu Hurairah  menuturkan bahwa suatu hari dirinya berdoa bersama Rasulullah dan sejumlah sahabatnya.

Sekonyong-konyong sebuah hasta kaki kambing kesukaan Nabi disodorkan ke hadapan Nabi SAW .

Kemudian beliau menggigitnya seraya berkata :

'Aku penghulu manusia dihari kiamat.

Apakah kalian tahu, apa sebab Allah SWT mengumpulkan  semua manusia dari generasi pertama sampai generasi terakhir di satu  tempat?

Lalu seorang memandangi dan mendengar seruan mereka, dan matahari semakin mendekat kearah mereka.

Tak ayal mereka pun kepanasan dan menanggung kesulitan yang tak sanggup diemban.

Mereka berkata :

Tahukah kalian apa yang sedang kita alami ?

Tahukah kalian apa yang sedang kita hadapi  ?

Tahukah kalian orang  yang  dapat meminta syafaat kepada Tuhan buat kita  ?

Sebagian mereka berkata kepada sebagian yang lain. Bapak kita Adam.

 

Mereka kemudian mendatangi Adam dan berkata :

 

Wahai Adam bapak umat manusia.

Allah menciptakanmu dengan TanganNYA, meniupkan Ruh -NYA kedalam dirimu   , memerintahkan para malaikat bersujud kepadamu, lalu mereka pun bersujud dan menempatkanmu di surga  .

Maukah engkau meminta kan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami?.

Adam menjawab :

Sesungguhnya  Tuhanku  sangat marah padaku pada hari ini. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelumnya.

Dulu ketika aku masih hidup didunia, DIA pernah melarangku mendekati pohon  , namun aku  langgar. Aku terlalu sibuk ngurus diriku sendiri.

( Ingat Firman Allah )

"Lalu, setan memerdayakan keduanya dari surga sehingga keduanya dikeluarkan dari (segala kenikmatan) ketika keduanya di sana (surga). Dan Kami berfirman, Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain. Dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan."

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 36)

Pergilah kepada selainku. Pergilah kepada Nuh.

 

Mereka kemudian mendatangi Nuh dan berkata :

Wahai Nuh, engkau adalah rasul pertama yang diutus untuk penduduk bumi.

Allah menilaimu sebagai hamba yang bersyukur.

Tahukah engkau apa yang sedang kami alami saat ini? Tahukah engkau apa yang menimpa kami saat ini? Maukah engkau memintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami  ?

Nuh menjawab :

Sesungguhnya Tuhan ku sangat marah padaku hari ini. Dia tidak pernah marah seperti ini padaku sebelum dan sesudahnya.

Sewaktu aku masih hidup didunia, aku terlalu sibuk ngurusi diriku sendiri.

Aku pernah mendoakan umatku agar dihapuskan dari muka bumi.

( Ingat Firman Allah )

"Dan Nuh berkata, Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur."

(QS. Nuh 71: Ayat 26- 27)

Pergilah kepada Ibrahim.

 

Mereka kemudian mendatangi Ibrahim dan berkata :

Wahai Nabi Allah dan kekasihNYA, mintakan  syafaat kepada Tuhanmu untuk kami.

Tahukah engkau apa yang kualami saat  ini  ?.

 

Ibrahim menjawab.

Tuhanku sangat marah padaku hari ini . Dia tidak pernah marah seperti ini sebelum dan sesudahnya.

Ketika hidup didunia aku terlalu sibuk ngurusi diriku sendiri. Aku  pernah berbuat dusta sebanyak tiga kali.

Pertama :

Aku pernah membohongi umatku ketika aku ingin menghancurkan berhala.

Ku katakan pada mereka kalau sebentar lagi akan ada wabah agar mereka segera keluar dari kuil tempat para berhala disimpan.

( Ingat Firman Allah )

"Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,"

"kemudian dia (Ibrahim) berkata, Sesungguhnya aku sakit."

"Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya."

(QS. As-Saffat 37: Ayat 88-90)

Kedua :

Aku pernah berbohong  bahwa yang menghancurkan berhala-berhala itu adalah berhala yang paling besar.

( Ingat Firman Allah)

"Mereka bertanya, Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap Tuhan-Tuhan kami, wahai Ibrahim?"

"Dia (Ibrahim) menjawab, Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka jika mereka dapat berbicara."

(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 62- 63)

Ketiga :

Aku pernah membohongi Fir'aun Mesir.

Ketika pertama kali aku datang ke Mesir bersama isteriku Sarah , ku katakan bahwa istriku Sarah itu adalah adikku, agar isteriku Sarah tidak diganggu oleh Fir'aun yang sangat menyukai istri orang yang cantik.

Pergilah kepada Musa.

 

Mereka lalu pergi menemui Musa dan berkata.

Wahai Musa, Allah melebihkanmu dengan risalah dan kalamNya, dibandingkan dengan manusia lainnya.

Mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami.

Tahukah engkau apa yang sedang kami alami saat ini.

Musa berkata :

Tuhanku sangat marah padaku hari ini.

Dia tidak marah seperti ini padaku sebelum dan sesudahnya.

Ketika hidup di dunia, aku pernah membunuh jiwa yang sebenarnya dilarang.

Aku terlalu sibuk ngurusi diriku sendiri.

( Ingat Firman Allah )

"Dan dia (Musa) masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki sedang berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan yang seorang (lagi) dari pihak musuhnya (kaum Fir'aun). Orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk (mengalahkan) orang yang dari pihak musuhnya, lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Dia (Musa) berkata, Ini adalah perbuatan setan. Sungguh, dia (setan itu) adalah musuh yang jelas menyesatkan."

(QS. Al-Qasas 28: Ayat 15)

Pergilah kepada Isa.Mereka kemudian mendatangi Isa as dan berkata :

 

Wahai Isa, engkau adalah utusan Allah dan kalimat-NYA disampaikan kepada Maryam serta ruh diriNYA.

Engkau dapat bicara saat masih berada dalam buaian.

Mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami.

Isa menjawab :

Tuhanku sangat marah padaku hari ini. Dia tidak pernah marah seperti ini sebelum dan sesudahnya.

Sewaktu hidup di dunia aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri.

Pergilah kepada Muhammad.

 

Mereka pun mendatangi Muhammad SAW dan berkata :

Wahai nabi Allah, engkau adalah utusan Allah dan penutup nabi.

Allah mengampuni dosa-dosamu  yang telah lalu dan yang akan datang.

( Ingat Firman Allah )

"Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,"

"Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus,"

"Dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)."

(QS. Al-Fath 48: Ayat 1-3)

Mintakan syafaat kepada Tuhanmu untuk kami.

Tahukah engkau apa yang kami alami saat ini.

 

Maka aku (Muhammad SAW) bertolak hingga sampai arasy. Lalu aku bersimpuh sujud kepada Tuhanku untuk memujiNYA, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum ku.

Kemudian dikatakan :

Wahai Muhammad   , angkatlah kepalamu.

Mintalah, niscaya permintaanmu akan dikabulkan dan syafaat ilah niscaya syafaatmu akan diterima.

Lalu aku (Muhammad) mengangkat kepalaku seraya berucap, Umatku, wahai Tuhanku, umatku.

Wahai Tuhanku, umatku.

Lalu dijawab :

Wahai Muhammad, masuklah umatmu yang tidak dihisap melalui pintu surga sebelah kanan.

Rasulullah mengakhiri sabdanya :

Demi zat yang jiwaku ada di tangannya, jarak antara kedua daun pintu surga itu seperti jarak antara kota Mekah dan kota Bushra. ( HR Bukhari, Muslim dan Tirmidzi).

 

Wallahu Alam.

 

 

Sumber :

Kehidupan Akhirat -Muhammad Kamil Hasan Al Mahami - Al Mausuah Al Qur'an Iyah - Al Maktah al Alamiy   Lith Thiba ati Wan Nasyri - Kharisma Ilmu - CV Batara.