PERILAKU IHSAN

KOLOM  HIKMAH

KHAIRA  UMMAH

AHKLAK  AL  KHARIMAH

P E R I L A K U    I H S A N

Tugas utama Muslim adalah menjadi  Kreator keadaban

Arah peradaban ini bukan Masa Lampau tetapi Masa Depan, sebab Teologi ke-Ihsan-an menolak sebagai warga Masa Lampau, tetapi membuat Umat Islam sadar bahwa mereka adalah kreator baru bagi masa Sekarang dan Masa Depan (Bilal Sambur - Sulaiman Demirel University Turky).

Islam pada awal dilahirkan  kedunia dengan tujuan untuk merobah peradaban,  dari zaman jahilliyah (tak berperadaban) ke zaman peradaban baru yang bernama Islam.

Oleh karena itu, semangat untuk selalu  menjadi yang terdepan  dalam segala kebaikan  harus dimiliki oleh umat Islam di manapun dan kapanpun.

(Muhammad Kamil Hasan al Mahami - Al Mausu'ah Al Qur'an Iyah).

Disarikan oleh : Moch. Tohir

Perilaku Ihsan.

Rizka Alifa Rahmadhani

18 Maret 2021

tirto.id -

      Seluruh umat Muslim wajib mengetahui perilaku ihsan sebagai pengalaman syariat serta memahami batasan-batasan dalam hidup agar sesuai dengan yang diperintahkan Allah SWT. Sikap demikian dapat mengantarkan manusia mencapai kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.  Hal ini bisa tercapai apabila dalam jiwa manusia tertanam iman, Islam, dan ihsan.

    Iman, Islam, dan ihsan memiliki keterkaitan. Iman tertanam dalam hati dan Islam terlihat dari amal perbuatan. Sementara ihsan meliputi keduanya, tertanam di hati serta seluruh amal perbuatan. Ihsan yang ditunjukkan dalam wujud perbuatan amal yang dilakukan seluruh anggota tubuh. Sejalan dengan iman dan Islam yang menuntut untuk dikerjakan sebaik mungkin, maka dalam penerapannya, ketiganya tidak bisa dipisahkan.

Pengertian Ihsan

Tiga tingkatan dalam syariat Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan seperti Sabda Rasulullah SAW :

“ Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-akan engkau melihat-Nya. Jikapun engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu ".

(HR Muslim No. 8)

      Secara etimologi, kata ihsan berasal dari kata kerja (fi'il) Hasuna-Yahsunu-Hasanan yang berarti baik . Kemudian, ditambah hamzah menjadi Ahsana-Yuhsina-Ihsanan yang artinya , memperbaiki atau melakukan yang baik. Maka, pengertian ihsan adalah beribadah dengan ikhlas, baik yang berupa ibadah-ibadah tertentu seperti salat dan puasa, juga kegiatan sosial.

Perihal ihsan juga disampaikan melalui firman Allah Swt:

“ Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil Janji Dari Bani Israil,“Janganlah kamu menyembah selain Allah Swt. dan berbuat baik kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, dan orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat." Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu dan kamu (masih menjadi) pembangkang ." 

(QS Al Baqarah:83)

Ada beberapa perilaku ihsan yang ada dalam ayat tersebut. 

Pertama, Bani Israel yang tidak akan menyembah sesuatu selain Allah SWT, tentu janji itu harus mereka penuhi dengan sikap yang mantap.

Kedua, Perintahkan berbuat baik kepada orang tua, kerabat, dan orang lain yang membutuhkan seperti yatim dan fakir miskin. Allah SWT juga menyampaikan melaksanakan shalat dan menunaikan zakat.

Ketiga, Bahwa Bani Israil ingkar dan tidak patuh pada perintah Allah SWT.

Ihsan adalah akhlak, hasil dari ibadah serta muamalah. Seorang Muslim Mencapai tingkat ihsan apabila ia telah mengerjakan ibadah dengan sebaik-baiknya.

Contoh perbuatan ihsan, di antaranya menunaikan salat lima waktu, membayar zakat, baik kepada orang tua ( birrul walidain ), sabar dalam menghadapi seseorang atau hal yang menggangunya, dan beramal.

Hikmah dan Manfaat Ihsan

Hikmah dan manfaat ihsan adalah sebagai berikut:

1) Sebagai pendorong

     Ihsan terhadap Allah SWT adalah mendorong manusia dalam menghargai hidupnya, juga beribadah dan beramal saleh.

2) Sebagai penyalur

     Ihsan terhadap Allah SWT yakni berkembangnya kemampuan serta apa pun yang dimiliki manusia dalam dirinya dalam kehidupan sehari-hari. pengawasan dari Allah SWT sehingga tidak melupakan tuntunan agama Islam.

3) Sebagai pengendalian

      Ihsan, ada dalam diri manusia dan mampu mengendalikan itikad serta perilaku buruk manusia yang dilarang dalam Islam.

4) Sebagai penyesuaian

     Manusia adalah makhluk istimewa yang diciptakan oleh Allah SWT. Atas rahmat yang dilimpahkan-Nya, manusia wajib menyadari dirinya sebagai makhluk tak berdaya di hadapan Allah SWT. Sebab, tidak ada kekuatan lain yang melebihi Allah SWT, pencipta alam dan seisinya.

     Dapat digarisbawahi, hikmah dan manfaat ihsan adalah bahwa manusia mengakui keberadaan sang pencipta. Allah SWT menciptakan manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Maka, manusia melaksanakan segala perintah-Nya agar terlepas dari kesesatan di dunia.

 

Sumber :  Rahmadhani (tirto.id - riz/tha)

© 2021 tirto.id -