KAJIAN ALQURAN

KOLOM  HIKMAH

KHAIRA  UMMAH

KAJIAN AL QUR'AN

(Tafsir  Al  Misbah).

 

" Al Qur'an memperkenalkan dirinya sebagai  petunjuk bagi semua umat manusia "

Disarikan oleh : Moch. Tohir

M Quraish Shihab dalam Sekapur Sirih Tafsir Al Misbah volume 1 menerangkan,

      Al Qur'an Al Karim adalah kitab yang oleh Rasul SAW dinyatakan sebagai 'Ma'dubatullah (Hidangan Ilahi). Hidangan ini membantu manusia untuk memperdalam pemahaman dan penghayatan tentang Islam dan merupakan pelita bagi umat Islam dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Kitab Suci ini memperkenalkan dirinya sebagai " hudan lil an-nas " (petunjuk bagi semua umat manusia).Qs Ali Imran 3:4.

Ada yang memanfaatkan petunjuknya, merekalah yang dinamai oleh Al Qur'an Al Muttaqin :

"Alif Lam Mim, itulah al Qur'an kitab yang sempurna  , tiada keraguan di dalamnya, dia adalah petunjuk untuk orang-orang yang bertaqwa " (QS al Baqarah 2:1-2)

Dan ada yang tidak memanfaatkannya, merekalah  orang-orang kafir dan munafik. (Al Misbah volume 2 hal 7 ). Kitab Suci ini juga menamakan dirinya sebagai "ruh yang suci ", karena diturunkan oleh Allah Yang Maha Suci :

"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu ruh ( Al Qur'an) dengan perintah Kami“ (QS asy- Syura 52)

Bahasanya mempesona, redaksinya teliti dan mutiara pesan-pesan nya demikian agung, telah mengantar kalbu masrakat yang ditemuinya berdecak kagum. Masarakat Islam dewasa ini pun mengagumi al Qur'an, tetapi sebagian kita hanya berhenti dalam pesona bacaan ketika dilantunkan, seakan-akan kitab suci ini hanya untuk dibaca saja.

Memang wahyu pertama memerintahkan membaca

 " Iqra bismi rabbika".

Bahkan kata Iqra diulangi sampai dua kali.

Tetapi kata Iqra ini juga mengandung makna telitilah, dalamilah, karena dengan penelitian dan pendalaman itu manusia dapat meraih kemanfaatan dan kebahagiaan sebanyak mungkin .

" Kitab yang telah Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka memikirkan ayat-ayat nya dan agar ulul albab mengingat/menarik pelajaran darinya"

(QS Shad 38:29).

Al Qur'an mengecam mereka yang tidak menggunakan akal dan kalbunya untuk berpikir dan menghayati pesan-pesan nya. Mereka itu dinilainya telah terkunci hatinya .

" Apakah mereka tidak memikirkan Al Qur'an atau hati mereka terkunci " (QS Muhammad 47:20.)

Ummat nabi Musa dan Isa as pun mendapat petunjuk melalui Kitab Suci, tetapi, " Diantara mereka ada yang ummiyyun, tidak mengetahui isi Al Kitab kecuali amani ".

Begitu kecaman Allah yang diabadikan dalam QS Al Baqarah 2:78.

Ibnu Abbas menafsirkan kata " Ummiyyun " dalam arti tidak mengetahui pesan-pesan Kitab Suci, walau boleh jadi mereka menghafalnya. Mereka sekedar membaca, yang dalam Al Qur'an diibaratkan " seperti keledai yang memikul buku-buku (QS Al Jumuah 62:5)

Atau

"Seperti penggembala yang memanggil binatang yang tak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka sebab itu mereka tidak mengerti (QS Al Baqarah 2:171).

      Oleh karenanya, siapa yang akan mendapat kemanfaatan / kebahagiaan / petunjuk secara  optimal dari al Qur'an adalah mereka yang beriman dan datang kepadanya dengan niat dan hati yang Suci untuk membaca, meneliti, mendalami dan mengamalkannya.

Wallahu Alam.

Selanjutnya Al Qur"an menjelaskan bahwa dihari Kemudian nanti Rasulullah SAW  akan mengadu kepada  Allah SWT. " Beliau berkata, Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku/umatku telah menjadikan al Qur'an sebagai sesuatu yang mahjura.".QS. Al Furqon 25:30.

Menurut Ibn Al Qayyim, banyak hal yang dicakup oleh kata mahjura antara lain tidak berupaya memikirkan dan memahami apa yang dikehendaki oleh Allah yang menurunkannya.

Wallahu Alam.

Semoga kita semua tidak termasuk dalam golongan "mahjura" tersebut.

Amin.